Senin, 03 Mei 2021

 

Ni Made Suprapti Restiyani

Jangan Memamerkan Kelemahan Orang!

 

Kamu pernah dibully? Mungkin Kamu akan menjawab, “Tidak”. Sesungguhnya, hampir semua orang pernah dibully. Hanya saja, banyak orang tidak menyadarinya. Hal inilah yang dialami oleh Restiyani. Siswa yang memiliki nama lengkap Ni Made Suprapti Restiyani ini ternyata pernah mengalami pahitnya dibully oleh teman-temannya baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Dara yang kini duduk di bangku kelas XI SMANSA Denpasar ini mengaku bahwa kasus bullynya tidak terlalu serius. Namun demikian, ia enggan membeberkan detail kasusnya itu. Bahkan, ia mengalami bully tidak sekali. Seingatnya, lebih dari dua kali, ia mengalami bully selama sekolah di SMANSA Denpasar. Hanya saja, kasusnya tidak berat. Hanya tindakan verbal/ ucapan saja. “Biasalah kasus anak remaja, malu nyelasinnya,” terang dara yang lahir 23 Oktober 2002 ini.

Meskipun tergolong kasus ringan, namun ia tetap merasakan betapa tidak enaknya dibully. Ia mengalami perasaan tidak nyaman seperti takut, kesal, marah, dan lain sebagainya. “Padahal, ringan, lho. Bagaimana kalau berat? Wajar saja sampai ada yang mengakhiri hidupnya,” ujar dara berzodiak Virgo ini.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar kita tidak menjadi pelaku atau korban bully. Dara yang hobi makan ayam goreng ini menyerukan kepada semua orang (anak-anak, remaja, dewasa) untuk menjaga lingkungan yang menyenangkan baik di keluarga, sekolah, dan terlebih lagi dengan teman sebaya. “Baik-baiklah kita dengan siapa pun. Kalau mendengar atau melihat kasus bullying baik di dunia nyata maupun di medsos segera laporkan kepada pihak-pihak terkait. Jangan malah ikut-ikuti membully!” papar dara yang bertubuh langsing ini.

Ia juga menyarankan bahwa kalau memiliki masalah, sebaiknya segera diselesaikan dengan kekeluargaan dan kepala dingin. Bukan malah dipamer-pamerkan kepada teman atau diunggah di media sosial. Menurutnya, kebanyakan orang belum bisa menyaring konten status yang akan diunggah di medsos. “Janganlah mengunggah status yang sifatnya mengandung pembully-an banyak orang. Pikir-pikirlah sebelum mengunggah status di medsos,” sarannya.

Dara ini juga memberikan tips agar kita dapat menerima kekurangan orang lain. Bukan mengungkit-ungkitnya. Menurut dara berambut lurus ini, kebanyakan bully itu muncul bermula dari mengungkit-ungkit atau membesarkan-membesarkan kelemahan seseorang. “Semua orang pasti mempunyai kelemahan. Namun, kelemahan itu harus kita lengkapi atau bantu untuk dikuatkan lagi. Jangan malah mengolok-oloknya! Inilah yang membuat orang menjadi down,” sarannya.

Tips lainnya ialah sadar. Dara yang berwajah oval ini mengemukakan bahwa semua orang harus memiliki kesadaran yang baik. Kesadaran ini penting dimiliki baik oleh pelaku maupun korban. “Kalau  hendak membully, sadarlah itu akan menyakitkan. Kalau sudah jadi korban, sadarlah untuk keluar dari masalah itu dengan kuat dan terbuka kepada orang yang bisa membantumu. Yang tak kalah pentingnya lagi, selalu berdoa kepada Tuhan agar terhindar dari pelaku atau korban bully,” terangnya dengan raut muka serius. (Maica) 

0 komentar:

Posting Komentar