Selasa, 04 Mei 2021

 

Tidak Siswa, Orang Tua Pun Ikut MOS


Foto: Kompasiana.com
Masa Orientasi Siswa (MOS) identik dengan kesibukan. Karena pada masa-masa ini siswa baru disibukan dengan berbagai aktivitas mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan. Contoh kecil misalnya, siswa baru diminta untuk membawa barang-barang yang susah dicari dengan biaya yang cukup mahal. Akhirnya, tidak hanya siswa yang sibuk, orang tua pun ikut menjadi sibuk.

Itulah kesan pertama yang dilontarkan oleh Miko. Ia pernah mengalami masa-masa sulit ketika mengikuti MOS di Smansa Denpasar tahun lalu. Menurut pengakuanya, dirinya harus ke sana kemari mencari barang-barang yang diminta dari senior. Sampai-sampai ia harus melibatkan orang tua untuk mencari barang-barang tersebut. ”Saking sulit dan banyaknya, aku terpaksa suruh orang tua yang nyariin,” terang siswa bertampang keren ini, yang kini masih duduk di bangku kelas XII, Smansa Denpasar.

Lain lagi cerita dari Tiki, salah satu teman sekelas Miko. Sewaktu mengikuti MOS di Smansa Denpasar, ia bahkan hampir pasrah mencari barang-barang permintaan dari senior. Bahkan waktunya ketika itu hanya untuk mencari barang ke sana kemari. “Ya, jadinya orang tuaku juga ikut MOS karena ikut sibuk ke sana ke mari,” ujarnya sambil menggaruk-garuk kepala.

Mika menanggapi bahwa kesibukan-kesibukan saat MOS sebagai sebuah pendidikan. Menurutnya, awalnya memang terasa menyusahkan, tetapi hasilnya sangat bermanfaat bagi disiplin dan tanggung jawabnya. “Memang nyusahin, tapi sangat bermanfaat bagi kita,” ungkap siswa yang beda kelas dengan Miko dan Tiki.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Mika bahwa sebaiknya adik-adik kelasnya tidak berpikir negatif dengan kesusahan pada waktu mengikuti MOS. Ia berpesan agar siswa baru lebih bersabar mengikuti MOS, karena semuanya hanya sebagai ujian/ cobaan. Ditambahkan oleh Tiki, agar siswa baru tidak merasa keberatan apalagi sampai menaruh dendam dengan seniornya. “Semuanya demi mendidik anak-anak baru,” ungkapnya. (Sugik) 

0 komentar:

Posting Komentar