Senin, 03 Mei 2021

 

Tips Menghindari Diri dari Kasus Bullying


Foto: info.1inminds5.org

Terkadang tindak bullying dianggap sebagai suatu yang normal terjadi terutama di masa kanak-kanak. Sehingga hal tersebut cenderung dibiarkan berlalu tanpa penanganan apapun. Padahal tindak bullying sekecil apapun yang terjadi nantinya akan berpengaruh pada pembentukan karakter anak-anak yang cenderung negatif ketika dewasa kelak. Sehingga seseorang yang dibully masa kecilnya cenderung akan mengalami kembali tindakan bullying dari lingkungan sekitarnya.

Apapun yang terjadi, tindak bullying tidak dapat dibiarkan dan baik dicegah jika diketahui lebih awal. Sehingga, sikap melindungi diri dari tindakan tersebut penting dilakukan. Berikut ini beberapa cara untuk melindungi diri dari tindak bullying.

1). Dekat dengan orang yang berpengaruh

Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Journal of Adolesence, US National Library of Medicine National Institute of Health menunjukkan bahwa hubungan yang 'dekat' dengan orang yang berpengaruh, misalnya atasan di kantor  atau orang yang 'dituakan' dapat menghindarkan diri dari tindakan bullying. Selain itu, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa menumbuhkan jiwa yang tangguh dapat mengatasi tindak bullying secara individu. Selain itu, merespon bullying dan membangun percaya diri juga penting dilakukan.

2). Cari dukungan sosial di lingkungan sekitar 

Mereka yang membully biasanya mencoba untuk mengisolasi target dari kelompok sosial yang lebih besar. Agar tidak merasa kesepian, cobalah mencari kegiatan yang membuat Anda dekat dengan banyak orang seperti misalnya bergabung dengan tim olahraga, klub atau mengikuti kegiatan sosial yang Anda gemari untuk menambah lingkup pertemanan.

3). Buat rencana antisipasi bullying

Jika Anda sudah pernah menghadapi bullying atau takut menghadapinya, ada baiknya Anda justru merencanakan bagaimana sikap Anda saat hal tersebut terjadi. Cari strategi yang tepat untuk menghadapi bullying yang mungkin terjadi pada Anda.

4). Temui ahli

Para remaja yang kerap menjadi korban bullying cenderung mengalami depresi, pikiran untuk bunuh diri dan melakukan tindakan lain yang membahayakan diri sendiri. Tak hanya itu mereka juga memiliki masalah kesehatan lain seperti sakit kepala, perut, pinggang dan sebagainya. Masalah seperti ini tentu bukan untuk dihadapi sendiri. Carilah tenaga profesional yang mampu membantu Anda untuk mengatasi efek dari bullying tersebut.

5). Hindari lingkungan negatif

Beberapa remaja mengalami bullying lebih sering ketimbang remaja lain misalnya mereka yang mengidap obesitas, memiliki penyakit kronis dan homoseksual. Tidak hanya tindak bullying secara verbal atau fisik, tetapi mental karena harus melawan stigma negatif yang dilekatkan pada mereka. Stigma ini akan membuat korban bullying tidak percaya diri. Sebaiknya, cari lingkup pertemanan yang dapat membuat Anda merasa labih baik.

6). Fokus pada hal positif pada diri Anda

Hindari kegiatan negatif seperti obat-obat terlarang, minuman keras dan rokok sebagai pelampiasan emosi akibat bullying. Ikutilah kegiatan-kegiatan positif yang dapat membuat Anda merasa lebih baik seperti menjadi relawan, bersepeda, berolahraga dan sebagainya. (Dayu Tantri, diambil dari berbagai sumber) 

0 komentar:

Posting Komentar